Pagi ini gw lihat di Yahoo news Ticker... "Kasus Manohara jadi konsumsi Pers Malaysia dan Indonesia...
Sejenak mengamati dan membaca berita tersebut timbul keprihatinan akan kejadian yg menimpa Dia.. Namun kembali lg gw berpikir..Kenapa yah saat MEREKA (Manohara & Ibunya) susah kok baru teriak teriak mengundang perhatian Media Masa dan Kedubes RI di Malaysia ????..
Sekian lamanya MEREKA menikmati kemewahan yg sangat luar biasa (seperti yang diungkapkan sang Ibunda di televisi saat diinterview oleh salah satu stasiun TV lokal) kok mereka tidak berkoar-koar ALIAS diem-diem aja yg penting KITA SENANG.....seakan INGIN HIDUP SERIBU TAHUN LAGI demi kemewahan yg didapatkan.
Nampaknya MEREKA KHILAF....... kemewahan duniawi bukan lah HAL YG ABADI di dunia ini.
Kini keadaan berbalik 180 derajat..
Manohara mengungkapkan ke PERS betapa sengsaranya DIA selama mendapat penyiksaan dari sang SUAMI..
atau IBUNDA TERCINTA yg berceloteh SUSAHNYA hendak menjenguk sang ANAK TERKASIH.........
Belajar dari MANOHARA..... hendaknya kita bercermin HARTA, TAHTA dan KEMEWAHAN tidaklah SELALU MEMBAWA KEBAHAGIAAN... Mengutip sebuah isyarat.. KEBAHAGIAAN ADA DI DALAM DIRI KITA... yg tidaklah bisa diukur dengan apapun...
TUKANG BECAK telah cukup bahagia dengan apa yg didapat hari ini.. ketika MAGHRIB tiba IA telah pulang ke rumah DIMANA sang istri dan anak-anak tercinta telah menantinya untuk menikmati makan malam bersama....
SEMENTARA KITA YG TENTUNYA LEBIH DARI BERKECUKUPAN... telah kehilangan momentum makan malam bersama ... dengan masih disibukkan kerja lembur di kantor.. atau lagi terjebak kemacetan... ketika pulang... hari sudah larut.. anak-anak sudah terlelap.. sang istri pun sudah lelah setelah seharian penuh mengurus rumah dan anak-anak... AKANKAH KITA BUNUH SISA HARI-HARI KITA DI DUNIA INI DENGAN MENGEJAR SESUATU YG SEMU... SESUNGGUHNYA YG ABADI ITU ADA DI DEPAN MATA KITA.............
Kamis, 23 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar