Kamis, 25 Februari 2010

Mengukur Persahabatan Tidak Dengan Uang

Sore ini mendengar kabar dari teman saya yang juga merupakan partner kerja saya di perusahaan. Ia bercerita tentang sahabatnya yang selama ini dipikir oleh teman saya adalah orang yang benar benar menghargai persahabatan setulus hati.

and the problem is...MONEY..Uang..DUIT..
ternyata menjadi sebuah fenomena yang bisa diibaratkan sebagai 2 mata pedang, yang kalau kita tidak mahir memainkannya, salah salah bisa melukai si empunya sendiri...

Kembali ke cerita teman saya ini, entah apa yang ada di benak teman saya ini saat Ia menyetujui tentang fee pekerjaan yang Ia dapatkan di sebuah gedung di bilangan Sudirman... 15%..
wow jumlah yg cukup fantastis untuk sebuah fee project. Dan entah latar belakang apa yang membuat teman saya ini mengiyakan saja perihal fee ini...mau tau 15% ini dari apa? total keuntungan bersih...??? BUKAN tapi 15% ini adalah dari total nilai project yang teman saya dapatkan di gedung tersebut.

Buat saya ini bukanlah sebuah fee project...tapi ini adalah pemerasan....tapi apa mau dikata...sebuah janji sudah diucapkan...utk pelaku bisnis..janji adalah ucapan yang harus dijadikan reality...

Hitung punya hitung...ternyata keuntungan yg teman saya peroleh hanya 14juta rupiah saja...sementara nominal project yg ia dapatkan kalau diambil 15%nya sekitar 6jutaan...
Ironis sekali..untung hanya 14 juta, tp harus Ia setorkan 6jutaan...ini bukan lagi 15%...tapi hampir 50% dari profit yang Ia dapatkan....my goodness...

Dengan jengkel dan setengah hati, teman saya coba bernego...apakah tidak bisa kurang uang yg harus ia setorkan...apa jawab sahabatnya itu.....TIDAK...sesuai dgn kesepakatan awal...

Like or Dislike...it's a reality man...

Ternyata...baru disadarinya...mencari sahabat utk tertawa dan senang senang sangatlah mudah Ia dapat...tapi sahabat yang mengerti Ia apa adanya...sungguh tidak pernah Ia jumpai...

dan kasus ini bukanlah yang pertama....sebelumnya ada beberapa kasus serupa yang Ia alami....

Jadi ingat pepatah...Ada Uang Neng sayang ama Abang...gak ada UANG neng tendang
Abang...hihihihi....


Berharap dari masalah ini, semoga teman saya bisa mengambil hikmah dari kejadian demi kejadian yang menimpanya.....A FRIEND INDEED IS A FRIEND INNEED....








Rabu, 15 Juli 2009

lelah

sekian lama dijalani profesi ini..gw sepertinya merasa lelah dan jenuh...mungkinkah gw yg terlalu eager dalam menjalankan project-project yg dipercayakan ke gw....atau memang sudah jadi karakter gw untuk menjalankan apa yg sudah diamanahkan...

mungkin ini saatnya untuk berubah....ya atau tidak sama sekali.....

bertahan dalam kondisi yg membuat gw jenuh...atau pergi dengan mencari kesibukan baru yg menunjang eager nya gw...

may ALLAH SWT wish my wishes...

Kamis, 23 April 2009

Manohara...ooh Manohara...........

Pagi ini gw lihat di Yahoo news Ticker... "Kasus Manohara jadi konsumsi Pers Malaysia dan Indonesia...

Sejenak mengamati dan membaca berita tersebut timbul keprihatinan akan kejadian yg menimpa Dia.. Namun kembali lg gw berpikir..Kenapa yah saat MEREKA (Manohara & Ibunya) susah kok baru teriak teriak mengundang perhatian Media Masa dan Kedubes RI di Malaysia ????..

Sekian lamanya MEREKA menikmati kemewahan yg sangat luar biasa (seperti yang diungkapkan sang Ibunda di televisi saat diinterview oleh salah satu stasiun TV lokal) kok mereka tidak berkoar-koar ALIAS diem-diem aja yg penting KITA SENANG.....seakan INGIN HIDUP SERIBU TAHUN LAGI demi kemewahan yg didapatkan.

Nampaknya MEREKA KHILAF....... kemewahan duniawi bukan lah HAL YG ABADI di dunia ini.
Kini keadaan berbalik 180 derajat..
Manohara mengungkapkan ke PERS betapa sengsaranya DIA selama mendapat penyiksaan dari sang SUAMI..
atau IBUNDA TERCINTA yg berceloteh SUSAHNYA hendak menjenguk sang ANAK TERKASIH.........

Belajar dari MANOHARA..... hendaknya kita bercermin HARTA, TAHTA dan KEMEWAHAN tidaklah SELALU MEMBAWA KEBAHAGIAAN... Mengutip sebuah isyarat.. KEBAHAGIAAN ADA DI DALAM DIRI KITA... yg tidaklah bisa diukur dengan apapun...

TUKANG BECAK telah cukup bahagia dengan apa yg didapat hari ini.. ketika MAGHRIB tiba IA telah pulang ke rumah DIMANA sang istri dan anak-anak tercinta telah menantinya untuk menikmati makan malam bersama....
SEMENTARA KITA YG TENTUNYA LEBIH DARI BERKECUKUPAN... telah kehilangan momentum makan malam bersama ... dengan masih disibukkan kerja lembur di kantor.. atau lagi terjebak kemacetan... ketika pulang... hari sudah larut.. anak-anak sudah terlelap.. sang istri pun sudah lelah setelah seharian penuh mengurus rumah dan anak-anak... AKANKAH KITA BUNUH SISA HARI-HARI KITA DI DUNIA INI DENGAN MENGEJAR SESUATU YG SEMU... SESUNGGUHNYA YG ABADI ITU ADA DI DEPAN MATA KITA.............

Rabu, 01 April 2009

Menjadi lebih baik atau Menjadi yang terbaik

2 hal kata yg membingungkan.. menjadi yg terbaik atau menjadi lebih baik..

buat gw menjadi yang terbaik adalah hal yang terbaik yg harus dilakukan sebelum kita menutup mata..
Menjadi ayah yang terbaik untuk anak-anaknya..
Menjadi suami yang terbaik di mata istrinya....
Menjadi kakak yang terbaik buat adik-adiknya..
Menjadi anak yang terbaik bagi ibunya....

Bukannya " menjadi lebih baik" sesuatu hal yg buruk.. tp menjadi lebih baik it means kita pernah berbuat salah di masa lalu kemudian berniat memperbaikinya... itu merupakan hal yg terbaik yg pernah kita lakukan..

Dengan kata lain kita berhijrah dari kondisi suram ke arah yg lebih cerah..

So.. bagaimana..?! Menjadi lebih baik atau Menjadi yg terbaik...???

Rabu, 25 Maret 2009

Kejujuran...........

Sesuatu hal yang mudah untuk dibicarakan tp sulit untuk diungkapkan. Bagi sebagian orang yang menjunjung nilai luhur ini bukan lagi barang yg asing untuknya. Akan tetapi untuk orang yg tidak atau tidak pernah mengetrapkan dalam kehidupan sehari-hari tentunya teramat sangat susah bak beban yg harus dipikul dipundaknya.

Sekali... seseorang berdusta... maka ia akan berdusta lg untuk menutupi kebohongan yg sebelumnya.. hingga akhirnya kebohongan tersebut bak istora senayan besarnya yg sudah tidak mungkin ditutup tutupi.

Lebih baik katakan sejujurnya... (kayak lagu yah) ketimbang kita berkata tidak sesuai dengan yang terjadi.... toh bagaimanapun orang pasti bisa menerima jawaban kita.......

Bukan malahan kita berdebat siapa yg salah.. siapa yg benar... yg pada akhirnya org lain pun akan mengetahui kebenarannya.......
................